Temukan landmark paling ikonik di Istanbul bersama pemandu lokal profesional dan pelajari sejarah serta kisah-kisahnya!
Tur Berpemandu Hagia Sophia Eksklusif tersedia setiap hari kecuali hari Jumat. Pada hari Jumat, tur berpemandu tidak tersedia, namun tamu dapat masuk secara mandiri dengan tiket.
Bergabunglah dalam tur berpemandu dan jelajahi area kunjungan lantai 2 di Masjid Hagia Sophia bersama pemandu profesional berlisensi. Lewati antrean tiket dan nikmati akses masuk yang lancar saat pemandu mengantar Anda masuk sambil membagikan detail menarik tentang monumen terkenal di dunia ini.
Hagia Sophia adalah destinasi wajib di Istanbul, bukan hanya karena sejarahnya yang panjang, tetapi juga karena kemegahan dan atmosfer spiritualnya yang memukau. Bangunan ini telah menjadi tempat suci bagi dua agama, menghimpun doa jutaan orang di bawah kubahnya sepanjang sejarah. Selama tur berpemandu Anda, dengarkan kisah-kisah tersembunyi, keajaiban arsitektur, dan makna historis Hagia Sophia langsung dari pemandu Anda. Pelajari fakta menarik dan legenda tanpa tersesat dalam detail yang tidak perlu, sehingga pengalaman Anda tetap kaya informasi dan mudah diikuti.
Untuk pengalaman berpemandu yang tak terlupakan ini dan masih banyak lagi, Beli Pass Anda Sekarang! Istanbul Tourist Pass® siap menjadikan perjalanan Anda di Istanbul pengalaman yang tak terlupakan!
Masjid Agung Hagia Sophia menyambut pengunjung pada hari dan jam berikut:
Temui pemandu Anda di Dsign Cafe setidaknya 15 menit sebelum tur dimulai. Carilah bendera putih dengan logo Istanbul Tourist Pass® dan istanbul.com agar mudah dikenali.
Menuju Masjid Hagia Sophia sangat mudah dan dapat diakses dari berbagai wilayah di Istanbul:
Tram: Naik Jalur Tram T1 (Bagcilar-Kabatas) dan turun di halte Sultanahmet. Dari sana, hanya berjalan kaki sekitar 5 menit.
Metro: Naik Jalur Metro M2 dan turun di Stasiun Vezneciler. Anda dapat berjalan kaki sekitar 20 menit atau berpindah ke Jalur Tram T1 di Laleli-Universite.
Bus: Beberapa jalur bus berhenti di dekat Alun-Alun Sultanahmet. Bus menuju Eminonu atau Beyazit adalah pilihan paling praktis.
Taksi: Taksi tersedia luas di seluruh kota. Minta pengemudi mengantar Anda ke Masjid Hagia Sophia (Ayasofya Camii) di Sultanahmet.
Berjalan Kaki: Jika Anda menginap di area Sultanahmet, Hagia Sophia dan banyak landmark lainnya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Hagia Sophia adalah salah satu atraksi paling banyak dikunjungi di Istanbul! Anda akan terpukau oleh arsitektur megah, sejarah, dan atmosfernya. Rasakan perpaduan sejarah Kristen dan Islam yang berdampingan saat menjelajahi Hagia Sophia!
Sejarah Hagia Sophia
Hagia Sophia pertama dibangun sebagai basilika dengan atap kayu, dinding batu, dan tiga lorong di atas reruntuhan Temple of Artemis dengan pengaruh arsitek dan ilmuwan Bizantium yang mengunjungi budaya Timur. Menurut manuskrip Bizantium abad ke-9, arsitek Hagia Sophia pertama bernama Efratas. Meskipun tidak ada sisa bangunan ini saat ini, cap Megale Ekklesia yang ditemukan di gudang Museum Hagia Sophia diyakini berasal dari bangunan pertama tersebut.
Atap Hagia Sophia terbakar saat pemberontakan pada tahun 381. Kemudian, akibat pemberontakan pada tahun 404, bangunan ini kembali terbakar habis. Atas perintah Theodosius II, pembangunan Hagia Sophia kedua dimulai pada tahun 408 dan gereja dibuka pada tahun 415. Gereja kedua ini dihancurkan dalam Pemberontakan Nika pada tahun 532.
Setelah pemberontakan tersebut, Hagia Sophia dibangun untuk ketiga dan terakhir kalinya. Struktur yang bertahan hingga kini adalah bangunan ketiga ini. Proses pembangunan dimulai pada tahun 532 dan gereja dibuka pada tahun 537. Menurut sumber, pada hari peresmian Hagia Sophia, Kaisar Justinian memasuki bangunan dan, merujuk pada Temple of Solomon di Yerusalem, berkata: “O Solomon! Aku melampauimu!”
Periode Romawi & Bizantium
Hagia Sophia menjadi simbol Kekaisaran Bizantium ketika Istanbul (Konstantinopel) menjadi ibu kota. Bentuk megah yang kita lihat saat ini dibangun kembali atas perintah Kaisar Justinian I sebagai katedral terbesar di dunia pada masanya dan selesai pada abad ke-6. Hingga kini, Hagia Sophia tetap terkenal dengan mosaik Bizantiumnya.
Struktur kubahnya menciptakan kesan ilahi bagi para pengunjung, seolah-olah menggantung dari langit. Jendela-jendela yang berdekatan dihiasi mosaik emas. Saat cahaya masuk dan menyinari mosaik emas tersebut, tercipta suasana spiritual yang memukau.
Selama beberapa dekade, Hagia Sophia berada di bawah kendali Katolik, hingga Bizantium merebut kembali kota ini pada abad ke-13.
Periode Ottoman
Bangunan ini mencerminkan setiap perubahan agama selama berabad-abad oleh para penguasa wilayah ini. Pada tahun 1453, setelah penaklukan Ottoman, Hagia Sophia diubah menjadi masjid dengan penambahan lampu gantung besar, menara, dan mihrab yang menunjukkan arah Mekah. Dua menara identik di sisi barat kemungkinan diperintahkan oleh Selim II atau Murad III dan dibangun oleh arsitek kekaisaran Ottoman terkenal, Sinan, pada abad ke-16.
Era Republik Turki
Pada tahun 1934, Presiden Republik Turki, Mustafa Kemal Atatürk menjadikan bangunan ini bersifat sekuler dan pada tahun 1935 diubah menjadi museum bagi pengunjung. Kini, bangunan ini kembali berfungsi sebagai tempat ibadah bagi warga Istanbul dan pengunjung dari seluruh dunia.
Fakta Hagia Sophia
• Dalam bahasa Yunani, Sophia berarti Kebijaksanaan. Dalam bahasa Inggris, Hagia Sophia juga disebut Church of Holy Wisdom.
• Kubah Hagia Sophia sangat besar; di dunia, hanya Pantheon di Roma yang memiliki kubah sedikit lebih besar.
• Pada tahun 1985, Hagia Sophia masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.
• Hagia Sophia memiliki 40 jendela di area tempat ibadah yang terkenal dengan pantulan cahaya mistisnya.
Arsitektur Hagia Sophia
Dengan struktur raksasanya, Hagia Sophia menampilkan harmoni arsitektur Bizantium, mosaik Kristen, dan elemen Islam. Kubah dan kepala kolom menjadi sorotan utama bangunan ini.
Jendela-jendela di dasar kubah tersusun rapat, menciptakan ilusi bahwa kubah melayang. Cahaya matahari yang masuk memantul pada mosaik emas dan menghadirkan suasana yang menginspirasi dan sakral.
Mosaik Hagia Sophia
Para sejarawan seni menganggap mosaik indah bangunan ini sebagai sumber utama pengetahuan tentang seni mosaik setelah berakhirnya Kontroversi Ikonoklasme pada abad ke-8 dan ke-9. Banyak mosaik sempat ditutup saat Hagia Sophia beralih fungsi menjadi masjid, dan kemudian dipugar kembali pada abad ke-20.
Apa yang Ada di Dalam Hagia Sophia?
Dari kubah hingga lantai dan dindingnya, banyak hal yang dapat Anda lihat di dalam Hagia Sophia. Terdapat kolom, pintu, marmer, serta berbagai artefak dari peradaban sebelumnya. Mosaiknya luar biasa dan ukuran bangunannya yang sangat besar membuat Anda merasa kecil di dalamnya.
Apa itu Little Hagia Sophia?
Little Hagia Sophia adalah gereja yang terletak dekat Blue Mosque dan memiliki detail arsitektur serupa dengan Hagia Sophia yang megah karena dibangun pada periode Bizantium oleh Kaisar Justinian.
Tempat Terbaik dalam Satu Hari
Kunjungi 2 landmark & 3 pengalaman autentik termasuk Hagia Sofia atau Topkapi Palace dan Blue Mosque dengan Bosphorus Cruise.
Wajib Dikunjungi di Istanbul
Kunjungi 3 landmark & 100+ atraksi utama termasuk Hagia Sophia, Topkapi Palace, Blue Mosque.
Pengalaman Istanbul Terbaik
Kunjungi SEMUA 7 landmark, 120+ atraksi utama & pengalaman premium termasuk Luxury Bosphorus Sunset, Breakfast & Dinner Cruises dan Hammam mewah.