Untuk mengunjungi Hagia Irene Museum, Anda perlu mengikuti tur berpemandu Topkapi Palace.
Akses ke Hagia Irene diberikan selama tur bersama pemandu Anda pada jadwal tur 09:30, 12:00, dan 14:30, dan hanya tersedia untuk pemegang PRIME Pass.
Masuk ke Hagia Irene Museum dengan didampingi host
Audio Guide dalam 25 bahasa
Hagia Irene, atau Holy Peace, adalah gereja Ortodoks Yunani Timur yang dibangun atas perintah Kaisar Constantine I di atas reruntuhan kuil pagan sebagai gereja pertama di Konstantinopel. Tempat ini berfungsi sebagai gereja Patriarkat hingga basilika tersebut dibangun. Karena kebakaran dan gempa bumi, gereja ini mengalami banyak kerusakan dan dipugar beberapa kali.
Setelah Ottoman menaklukkan Konstantinopel, gereja ini berada di dalam dinding Topkapı Palace, dan meskipun tidak diubah menjadi masjid seperti kebanyakan gereja lainnya, bangunan ini tetap mengalami kerusakan ketika tentara Ottoman menggunakannya sebagai gudang senjata dan tempat penyimpanan.
Sebelum runtuhnya Kekaisaran Ottoman, bangunan ini berfungsi sebagai museum militer selama 70 tahun dan kemudian ditutup untuk waktu yang lama. Pada tahun 2014, tempat ini dipugar dan dibuka kembali sebagai museum. Saat ini, tempat ini menjadi lokasi populer untuk konser musik klasik karena akustiknya yang luar biasa.
Dapatkan tiket online Anda dengan mudah saat tiba di Museum. Cukup Show&Go tiket online Anda dan masuk ke Hagia Irene yang menakjubkan. Jelajahi sendiri tempat luar biasa ini dengan mendengarkan panduan audio yang disiapkan secara khusus, eksklusif untuk Pass Anda!
Untuk pengalaman luar biasa ini dan masih banyak lagi, Beli Pass Anda Sekarang! Istanbul Tourist Pass® hadir untuk menjadikan perjalanan Anda di Istanbul pengalaman yang tak terlupakan!
Mencapai Tur Masuk dengan Host dan Panduan Audio Hagia Irene Museum mudah dan dapat diakses dari berbagai bagian Istanbul. Berikut panduan untuk membantu Anda mencapai landmark ikonik ini:
Tram: Naik jalur trem T1 dan turun di Stasiun Sultanahmet.
Metro: Naik jalur metro M2 ke Vezneciler atau Şişhane, lalu pindah ke trem T1 dan turun di Stasiun Sultanahmet.
Bus: Naik bus apa pun yang berhenti di Sultanahmet atau Eminönü. Dari Eminönü, Anda bisa berjalan kaki atau naik trem T1 ke Sultanahmet.
Taksi: Anda dapat naik taksi ke Sultanahmet Square dengan memberi tahu pengemudi untuk menuju Sultanahmet di Fatih.
Hagia Irene Museum adalah salah satu tempat terbaik untuk dikunjungi di Istanbul, yang memadukan modernitas dan tradisi serta mencerminkan masa lalu bersejarah Istanbul dengan cara yang paling indah.
Bangunan bersejarah yang kini digunakan sebagai museum ini dikenal sebagai gereja pertama dari Kekaisaran Bizantium. Dengan arsitekturnya yang unik dan strukturnya yang megah, tempat ini menjadi salah satu daya tarik wisata paling mengesankan yang terletak di jantung kota.
Constantine, salah satu kaisar besar Kekaisaran Romawi, ingin membangun sebuah gereja untuk dirinya serta banyak bangunan lainnya pada awal abad ke-4. Hagia Irene Museum dibangun untuk tujuan ini dan dinamai berdasarkan Penelope, seorang santa yang hidup pada masa itu. Bangunan ini tetap menjadi salah satu struktur penting yang berada di kota tersebut sepanjang masa Kekaisaran Romawi. Setelah Istanbul jatuh ke tangan Kekaisaran Ottoman, bangunan ini dipugar dan digunakan untuk berbagai tujuan.
Apakah Anda seorang pelancong pecinta sejarah yang ingin menjelajahi struktur unik di Istanbul? Hagia Irene juga merupakan bangunan pertama di Kekaisaran Ottoman yang digunakan sebagai museum pada abad ke-19. Jadi, pastikan untuk menambahkan Hagia Irene Museum ke dalam rencana perjalanan Anda di Istanbul.
Sejarah Hagia Irene Museum
Hagia Irene, yang memiliki arti penting besar sebagai museum pertama Kekaisaran Ottoman, menjadi salah satu daya tarik wisata paling penting di kota ini. Selama masa Kekaisaran Ottoman, bangunan ini digunakan untuk berbagai tujuan alih-alih sebagai gereja atau museum. Dengan perubahan arsitektur pada masa pemerintahan Sultan Ottoman Mehmet II, bangunan ini mulai digunakan sebagai gudang senjata internal. Pada abad ke-19, banyak gudang senjata yang berada di sana sudah tidak dapat digunakan dan menjadi usang.
Pada periode ini, tangga bersayap ganda dibangun di dalam struktur bangunan, dan tata letak interiornya mengalami perubahan besar. Hal lain yang ditambahkan pada masa Ottoman adalah prasasti bertanggal 1726 yang masih dapat ditemukan di pintu utama. Pada tahun 1846, gereja lama yang telah diubah menjadi museum baru ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian tersebut meliputi "koleksi barang antik" dan "koleksi senjata kuno."
Pada tahun 1869 museum ini secara resmi diubah menjadi museum Ottoman. Pada tahun 1875, artefak arkeologi yang ditemukan di Hagia Irene Museum dipindahkan ke Tiled Kiosk. Kemudian, ketika Perang Dunia Pertama dimulai, koleksi senjata di museum ini diperluas. Setelah itu, pada tahun 1930 bangunan ini memperoleh gelar sebagai museum militer pertama dari Kekaisaran Ottoman.
Fakta tentang Hagia Irene Museum
• Hagia Irene Museum dikenal sebagai gereja terbesar yang berada di Istanbul, setelah Hagia Sophia.
• Arti harfiah dari Hagia Irene adalah "kedamaian suci."
• Karya-karya Damat Ahmet Fethi Pasha, salah satu marsekal berharga dari Kekaisaran Ottoman, pertama kali dipamerkan di sini.
• Gereja Hagia Irene dibangun di atas salah satu kuil yang berasal dari Periode Pagan, yaitu agama Romawi sebelum beralih ke Kekristenan.
• Sultan Ottoman Fatih Sultan Mehmet, yang menaklukkan Istanbul pada tahun 1453, tidak mengubah Hagia Irene menjadi masjid karena ia mengetahui sejarah dan nilai spiritualnya.
Struktur Arsitektur dan Transformasinya Seiring Waktu
Hagia Irene, yang menampilkan sejarah panjang Istanbul dalam arsitekturnya, telah berdiri selama berabad-abad. Bangunan mengesankan ini memiliki arsitektur yang penuh misteri dengan struktur yang tidak berbeda dari rumah ibadah Romawi klasik.
Salah satu fitur yang membuat Hagia Irene Museum unik adalah bahwa bangunan ini merupakan satu-satunya bangunan dengan atrium yang berasal dari era Romawi. Atrium adalah halaman dalam yang sering ditemukan di kuil dan tempat suci.
Gereja yang dibangun oleh Constantine the Great ini dibuat dengan bentuk "basilika tiga lorong" pada lantainya dan bentuk salib Yunani di bagian atasnya.
Hagia Irene telah menghadapi banyak bencana hingga hari ini, namun tetap berdiri kokoh dan menjadi daya tarik wisata yang megah bagi orang-orang dari seluruh dunia. Gempa bumi pada tahun 700-an menghancurkan bangunan aslinya, yang kemudian dibangun kembali. Selama periode ini, mosaik dan motif baru ditambahkan ke dalam struktur.
Pelestarian tampilan basilika berkubah menjadi poin penting selama proses restorasi. Motif dan mosaik ini sebagian besar tetap tidak tersentuh di gereja selama Periode Ottoman dan kemudian digunakan saat bangunan ini dijadikan museum.
Jika Anda tertarik dengan struktur elegan seperti ini, Anda juga sebaiknya mengunjungi Topkapı Palace, salah satu daya tarik wisata paling populer di Istanbul. Pada masa pemerintahan Sultan Ottoman Mehmet II, pembangunan Topkapı Palace dimulai. Kunjungi kedua bangunan indah ini saat berada di Istanbul.
Jelajahi Istanbul dengan lebih cerdas menggunakan city pass
Pilih Pass Anda